Jumat, 03 Mei 2013

Kuis Avatar Travel in Love


Kuis Travel in Love


Hai, teman-teman, untuk buku keduaku aku akan mengadakan kuis dengan hadiah-hadiah yang fantastis hehe. Hadiahnya antara lain:

1. Undangan launching Travel in Love, Sabtu 11 Mei 2013 jam 4 sore di TM Bookstore, Depok Town Square
2. Paket buku dari Mizan Group
3. Traveling pouch

Jadi begini peraturannya:

1. Kamu harus pasang cover Travel in Love sebagai avatar kamu di Twitter.*
2. Follow akun Twitter @diegochrist dan @NouraBooks
3. Ajak sebanyak-banyaknya teman/follower kamu untuk memasang cover Travel in Love sebagai avatar di Twitter.
4. Pada hari Jumat 10 Mei 2013, konfrmasikan/mention lewat Twitter ke akun @diegochrist berapa orang yang berhasil kamu ajak memajang avatar Travel in Love dengan mencantumkan nama-nama akun Twitter yang kamu ajak dan telah memasang avatar Travel in Love.


Indikator kemenangan:
1. Dua orang yang paling banyak mengajak teman-teman atau followernya memasang cover Travel in Love di avatarnya akan mendapatkan langsung hadiah-hadiah di atas pada saat launching Travel in Love di TM Bookstore hari Sabtu tanggal 11 Mei 2013. Hadiah dapat diambil pada pukul 3 sore, satu jam sebelum acara launching dimulai. Tapi, kalau kamu tinggal di luar kota jangan sedih, hadiah akan tetap dikirim ke rumah kamu, hanya saja kami tidak bisa menyediakan akomodasi kamu ke tempat launching.

Mudah kan, kuisnya? Kuis sudah dimulai dari sekarang. Semangat! ^^

*Cover Travel in Love dapat kamu copy dari gambar di bawah ini

Minggu, 24 Februari 2013

Resensi Film: Kata Hati


Randi (Boy Hamzah), seorang fotografer, memiliki masa lalu yang pahit (sepahit kopi kesukaannya) dengan mantan kekasihnya (Kimberly Ryder) seorang model yang meninggalkan Randi demi mengejar mimpinya. 

Fila (Joanna Alexandra) menyimpan rasa suka hingga tumbuh menjadi cinta diam-diam kepada Adrian (Arnhezy Arczhanka), laki-laki yang ternyata hanya menganggap Fila sebagai sahabatnya selama 10 tahun. Fila tidak dapat menyatakan perasaannya sampai akhirnya Adrian pergi untuk kuliah di luar negeri.

Dua paragraf di atas adalah masalah yang dibawa oleh dua tokoh utama di dalam film ini. Alur mulai menanjak ketika Randi dan Fila bertemu untuk pertama kalinya di sebuah coffee shop yang ternyata adalah tempat favorit keduanya untuk menghabiskan waktu. Entah siapa yang pertama memulai, keduanya seakan mendapat chemistry untuk saling bertegur sapa, memulai kata-kata pertama, saling bertukar pikiran dan rasa, menciptakan pengalaman baru bersama, sampai akhirnya memulai kehidupan hati yang baru.

Sayangnya, Dera kembali ketika hubungan Randi dan Fila semakin dekat, pun dengan Adrian. Kembalinya Dera dan Adrian membuat segalanya berubah. Kembalinya Dera dan Adrian membuat Randi dan Fila saling bertanya kepada hatinya masing-masing untuk menemukan jawaban cerita mereka.

Film ini ditulis dengan manis oleh Haqi Achmad. Setelah menikmati Radio Galau FM, jujur saya jauh lebih menyukai Kata Hati dari segi ceritanya. Saya ikut tertawa saat si Mbok membacakan BBM milik adiknya Fila, ikut terenyuh ketika Fila melihat foto-foto dirinya yang diam-diam dipotret Randi (seketika ingat Crazy Little Thing Called Love). Bagi saya, ini film yang manis. Sinematografinya juga cukup baik. Deskripsi yang ditulis di dalam novel juga berhasil diangkat di dalam film. Misalnya, bagaimana coffee shop tempat Randi dan Fila pertama bertemu digambarkan merupakan kedai kopi yang hangat. Suasana Jogja yang penuh limpahan cahaya matahari, pantai, Jalan Malioboro, juga digambarkan dengan baik, pun dengan dialog setiap tokoh yang tidak terdengar aksen modern khas Jakarta.

Terlepas dari kelebihannya, demikian kekurangan yang mungkin hanya terlihat dari kacamata saya sebagai penikmat cerita dan film Kata Hati. Jujur, saya menyayangkan mengapa karakter Randi kurang dieksplor. Ketika saya amati kembali, tidak sepenuhnya cerita di dalam film diambil penuh dari cerita di dalam novelnya. Di dalam novel terdapat ringkai cerita bahwa Randi begitu protektif terhadap kakaknya, Dian, sejak kematian kedua orangtua mereka. Menurut saya, karakter Randi bisa lebih tergali lagi, atau memang sengaja tidak diangkat karena nanti akan bertubrukan dengan kisahnya kepada Dera. Entahlah.

Menikmati Kata Hati secara keseluruhan sungguh menyenangkan. Ini adalah jenis film yang rasanya ingin kita tonton untuk kedua kalinya. :)

Selasa, 08 Januari 2013

Tentang BEM UI 2012...



Awal Februari di tahun 2012 ketika sedang memasuki kelas pertama di semester 6, Aisis, teman sekelas saya mengajak saya untuk masuk menjadi staff-nya di BEM UI 2012. Waktu itu Aisis baru menjabat sebagai kepala departemen Kreativitas, Kesenian, dan Kebudayaan. Butuh waktu hampir dua minggu bagi saya dan Atha untuk mengambil kesempatan itu. Organisasi sekelas BEM? Bukannya akan menyita banyak waktu? Dalam jangka waktu dua minggu saya tidak berpikir banyak, sampai akhirnya saya memberi jawaban kepada Aisis.

Sebagai penulis yang selalu menulis hampir tanpa rencana, saya selalu percaya pada dunia spiritual di dalam kehidupan manusia. Salah satunya adalah saya percaya benar kepada firasat, naluri, intuisi, atau entahlah apalagi nama yang sejenis dengan kata-kata tadi. Saya punya firasat yang baik ketika saya memasuki laman BEM UI 2012 di internet untuk mengunduh formulir dan membaca visi misi BEM saat itu. Dan sepertinya saya... jatuh cinta? 

Salah seorang teman saya pernah mengatakan kepada saya perihal jatuh cinta. Dia pernah bertanya kepada saya.

"Go, pernah jatuh cinta?"

"Pernah."

"Ada alasannya nggak kenapa lo bisa jatuh cinta sama seseorang."

"Ada."

"Apa aja alasannya?"

Lalu meluncurlah berbagai alasan dari mulut saya mengapa saya jatuh cinta kepada seseorang. Ketika saya sedang mengatakan berbagai alasan saya, saya melihat teman saya mengangkat sudut-sudut bibirnya tampak tersenyum. Setelah saya selesai berbicara, dia berkata begini

"Jatuh cinta itu nggak butuh alasannya, Go. Kalau lo jatuh cinta karena dia cantik, pintar, kaya, atau baik, suatu saat ketika dia berubah dengan menjadi orang yang nggak cantik, nggak pintar, nggak kaya, dan nggak baik lagi selesai kan rasa cinta lo buat dia? Jatuh cinta itu harusnya tanpa alasan, Go."

"Jadi gue harus jawab apa kalau ada yang tanya sama gue kenapa gue bisa jatuh cinta sama seseorang?"

"Karena lo nggak tahu. Dan lo nggak perlu tahu. Dengan begitu lo akan terus berjalan sama dia, tanpa tahu ujungnya lo akan dibawa ke mana sama dia."

Kemudian saya terdiam. Masih terdiam di depan laptop saat merenung di depan formulir pendaftaran virtual staff BEM UI 2012. Saya mulai mengarahkan tangan ke atas papan kunci dan mulai mengetik. Sejak saat itu, saya sadar, saya jatuh cinta tanpa alasan kepada BEM UI.

* * *

Sepanjang tahun 2012, saya ikut menangis, ikut tertawa, ikut marah, ikut tersenyum untuk BEM UI, khususnya untuk departemen Kresenbud tempat saya bernaung. Beberapa orang harus pergi karena tampaknya mereka jatuh cinta dengan alasan. Sedangkan kami yang masih bertahan memutuskan untuk terus berjalan mencapai ujungnya walau selalu tertatih. Kadang saya lelah, tapi saya selalu tahu akan ada tangan yang membantu saya berdiri di sini, di BEM UI. 

Saya belajar tentang manusia, tentang kerja keras, dan semangat sebagai sebuah tim yang solid. Saya tidak akan munafik dengan mengatakan bahwa tim kami selalu baik-baik saja, rapat selalu di restoran Korea, dan selalu cukup uang untuk mengadakan sebuah acara. Kami hampir selalu berbeda pendapat, hampir saling memukul, dan air mata yang sering tumpah untuk sebuah acara, tapi saya bersyukur untuk itu karena dengan adanya hal tersebut, anggota yang tersisa semakin kuat dan kita merasa semakin dekat sebagai sebuah saudara, hingga akhirnya hanya ada sebuah pelukan hangat yang lama dan sebuah janji untuk terus menjadi keluarga.

Apabila saya tahu kalau menjadi anggota BEM UI akan begitu melelahkan, menguras emosi, dana, dan juga perang ide, mungkin saya akan undur diri. Namun masalahnya saya tidak tahu dan tidak pernah mau tahu karena saya sudah jatuh cinta terlebih dahulu. 

Saya akan terus mengingat kita dalam hati saya. Setiap nama dan semua karya yang pernah dibuat adalah sejarah yang akan terus saya kenang. Kapal yang hanya diam di dalam pelabuhan adalah kapal yang aman, tapi bukan untuk itu sebuah kapal diciptakan. Setiap individu di dalam BEM akan terus berlayar menuju lautan yang lebih luas.

BEM UI 2012, berlayarlah, terus berlayar... 

Minggu, 11 November 2012

Deleted Chapter from #Percaya


Sebagai bentuk apresiasi saya kepada pembaca #Percaya yang selalu membuat saya tersenyum dan terharu. Bagian ini adalah bagian usang yang sesungguhnya ada di dalam draft, tetapi sengaja dibuang oleh editor karena memang tidak perlu. Namun, saya sendiri selalu ingin tahu bagian "dibuang-sayang" dalam setiap karya milik orang lain. Berikut ini adalah bab yang dibuang, yaitu, bab kedua, bab ketika Tintani kabur dari pesta ulang tahunnya sendiri. Enjoy! :)

* * *

Malam ini seperti biasanya Jakarta dipenuhi dengan lampu-lampu di sepanjang jalan yang seakan tak pernah lelah memamerkan diri bahwa kota ini adalah big city. Sam hanya diam sambil menatap jalanan yang kian sepi sementara Tintan menyetir di sampingnya. Keduanya masih mengenakan dress. Tintan menggantung stiletto-nya di bawah pegangan yang tertempel di langit-langit mobil sementara ia bertelanjang kaki mengatur rem, gas, dan kopling bergantian.

Ini bukan pertama kalinya Tintan berulah hingga saat pulang nanti ia bisa membuat orang-orang seisi rumah terbangun karena panik. Memikirkan tentang apa yang salah pada diri ayahnya (atau dirinya sendiri terkadang) tidak pernah ada habisnya. Normal bagi anak seumuran Tintan untuk mencari perhatian kepada ayahnya dalam batas yang wajar, yang tidak normal adalah mencari perhatian ayahnya dengan cara yang tidak wajar. Salah satunya seperti yang dilakukannya sendiri seperti malam ini.

Malam ini bukan malam pertama kalinya Tintan berulah. Tintan pernah membuang handphone-nya ke parit di depan sekolah lalu tidak pulang sampai larut malam hingga Sofyan dan Anti kebingungan mencari Tintan seharian. Waktu masih lebih kecil lagi, saat Tintan SD, ia pernah menghilangkan tas kerja ayahnya yang membuatnya dimarahi habis-habisan sampai Tintan menangis dan perlu satu hari bagi Anti untuk meredakan anak kecil yang terkejut melihat kemarahan sebesar itu keluar dari jiwa ayahnya sendiri. Tintan juga pernah menabrakkan mobil, menjatuhkan lemari, menyemprotkan saus ke seluruh lantai kamar tidurnya seakan Tintan baru saja bunuh diri, membuat rumah banjir dengan membocorkan ledeng di dapur, kabur lalu tinggal di rumah Sam berhari-hari, dan beberapa insiden lainnya yang bahkan Tintan sendiri lupa pernah melakukannya.

Tintan berkali-kali mendongak ke depan dashboard dari dalam mobilnya memerhatikan apakah lampu merah di jalanan ini rusak atau tidak. Ia kaget sendiri melihat penunjuk detik di samping lampu merah masih menghitung mundur 230 detik lagi. Tintan memainkan gasnya seakan tidak sabar menunggu penunjuk waktu itu segera berganti dari cahaya merah menjadi cahaya hijau.

"Tintan...," bisik Sam panik melihat Tintan, seakan tahu malapetaka apa yang akan dilakukan Tintan sebentar lagi.

Bunyi gas terdengar mengaum-ngaum seakan ada yang mengajak balapan malam itu. Ada kilatan perasaan kesal di mata Tintan ketika memainkan gas sambil melihat penunjuk waktu yang terpampang di samping lampu merah. "Pegangan, Sam!" suruh Tintan tenang.

Sam buru-buru menarik seat belt yang lupa ia pasang sebelumnya. Setelah terdengar bunyi klik dari seat belt yang dipasangnya, cepat-cepat ia mengaitkan tangannya di bawah pegangan fiber yang terletak di langit-langit mobil. Begitu lampu merah berganti menjadi angka nol dan berubah warna menjadi hijau, Tintan lekas menginjak kopling, memindahkan persneling dari gigi tiga ke gigi satu dengan terburu, kemudian melepas kopling, dan menginjak gas dengan cepat. Ada bunyi decitan panjang yang bergesek dari ban mobil Tintan malam itu sebelum ia menyerbu jalanan kosong di depannya.

Teknik nge-drift ini Tintan dapat dari Laura. Tidak biasanya Tintan menggubris saran Laura, tapi kini Tintan melaju kencang malam itu di sepanjang jalan, berharap rasa kesalnya bisa terjatuh di jalanan malam yang kosong. Cahaya dari lampu kota dan lampu-lampu di papan iklan dan pusat perbelanjaan seperti siluet yang berlari dengan cepat dari samping jendela mobilnya. Tidak begitu lama ia mengebut, jalannya kembali melambat ketika melihat ada lampu merah lagi dari kejauhan. Sampai saat itu, aksi gila Tintan berhenti ketika melihat Sam yang kesulitan mengambil napas sambil menatap kosong ke depan jalan. Tintan tertawa terbahak-bahak melihat sahabat yang duduk di sampingnya dan beberapa detik selanjutnya tanpa sadar Tintan telah kehilangan alasan mengapa ia memutuskan kabur dari acara ulang tahunnya sendiri. Sam selalu mampu membuatnya lupa sejenak pada masalah yang dihadapinya.

Tintan memperhatikan Sam yang setelah acara nge-drift tadi kini hanya duduk terdiam di samping Tintan. Ini bukan pertama kalinya Sam harus menemani Tintan berulah. Di saat seperti ini Sam adalah malaikat pasif yang bisa membuat Tintan merasa tenang, cukup ada Sam diam di sampingnya, Tintan akan merasa lega. Sam mempunyai kesabaran yang luar biasa. Bagi Tintan, Sam adalah sahabat sejatinya jauh dibanding Cathy dan Laura. Sam paling tidak menuntut, paling setuju apa kata Tintan, paling tidak peduli pada kata dunia tentang pakaian Tintan yang tidak match dengan bawahannya, paling anti gosip-gosip murahan di sekolah, dan satu-satunya cewek di popular clique yang berpenampilan geek yang bisa masuk jurusan IPA, dan anggota ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (meski tadinya ide masuk kelompok KIR ditolak habis-habisan oleh Cathy dan Laura). Sam sungguh menjadi dirinya sendiri. Kadang Tintan sendiri iri pada Sam.

Setelah aksi ngebut tadi, sepanjang sisa malam itu mereka habiskan hanya dengan berputar-putar di jalanan ibu kota dari ujung ke ujung. Tintan melakukannya sampai ia benar-benar lelah dan segala rasa kesal pada ayahnya benar-benar hilang. Belum sampai Tintan mengantar Sam pulang ke rumahnya, sahabatnya yang sedaritadi menemani di kursi penumpang sudah jatuh tertidur.